Cairan antiseptik

Tahukah Anda, Apa itu Antiseptik?

Pegud.com – Berbicara antiseptik tentunya bukan sesuatu hal yang baru. kata antiseptik sudah sering kita dengar dalam hal kesehatan. namun, sudah tahukan kita apa itu antiseptik?

Baca Juga :  Kumpulan Modul PDF Matematika SMP Kurikulum 2013 Sangat Cocok Untuk Siswa atau Guru

Apa itu Antiseptik?

Antiseptik adalah zat untuk membasmi atau menghambat pertumbuhan kuman seperti virus, bakteri, atau jamur.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), antiseptik bisa digunakan di jaringan tubuh, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

Kegunaan ini membedakan antiseptik dari disinfektan. Jika antiseptik digunakan untuk jaringan tubuh, disinfektan dimanfaatkan untuk membasmi kuman pada benda mati.

Baca Juga :  Covid-19, Selamatkan Bayi Anda dari Virus Corona !

Dilansir dari Healthline, beragam jenis antiseptik dapat kita jumpai pada lingkup kesehatan maupun rumah tangga.

Manfaat Antiseptik

Cairan antiseptik

  • Mencuci tangan: antiseptik dapat digunakan untuk mencuci tangan
  • Membasmi kuman di selaput lendir: antiseptik dapat digunakan untuk membersihkan saluran kemih dan vagina sebelum memasukkan kateter atau mengatasi infeksi
  • Membersihkan kulit sebelum operasi: antiseptik diaplikasikan pada kulit sebelum segala jenis operasi, untuk mencegah infeksi kuman
  • Mengobati infeksi kulit: antiseptik dapat mengurangi risiko infeksi pada luka ringan, luka bakar, dan luka lainnya
  • Mengobati infeksi tenggorokan dan mulut: beberapa pelega tenggorokan mengandung antiseptik untuk membantu meredakan sakit tenggorokan akibat infeksi bakteri
Baca Juga :  Sejarah Indonesia Pada Masa Hindu-Budha Yang Wajib Kamu Tahu

 

Jenis dan Bahan Antiseptik

Beda manfaat antiseptik dan aplikasinya, jenis yang digunakan juga berbeda-beda. Beberapa jenis dan bahan antiseptik antara lain:

  • Chlorhexidine: biasanya untuk luka terbuka atau sekitar saluran kemih
  • Antiseptik yang diencerkan: umumnya untuk luka biasa dan luka bakar
  • Peroksida dan permaganat: lazim untuk obat kumur atau luka terbuka
  • Turunan fenol terhalogenasi: biasanya untuk sabun pembersih medis
  • Polyvidone-iodine: umumnya digunakan untuk mencegah infeksi kuman saat operasi
  • Alkohol jenis ethanol: lazim digunakan untuk mencegah infeksi saat disuntik, pengambilan sampel darah, atau prosedur operasi
Baca Juga :  Bahan dan Keamanan Disinfektan untuk Cegah Virus Corona

 

Apakah Antiseptik Aman?

Saat menggunakan antiseptik, perhatikan dengan benar petunjuk keamanannya. Beberapa jenis antiseptik dapat menimbulkan luka bakar atau iritasi parah saat diaplikasikan secara langsung ke kulit tanpa diencerkan dengan air.

Bahkan, beberapa orang juga bisa mengalami iritasi saat terpapar antiseptik yang sudah diencerkan dalam waktu yang lama. Jika Anda menggunakan cairan antiseptik di rumah, jangan gunakan lebih dari satu minggu nonsetop tanpa petunjuk khusus dari dokter.

Baca Juga :  5 Cara Efektif Cegah Penularan Virus Corona

Selain itu, hindari penggunaan antiseptik yang dijual bebas di pasaran untuk:

  • Cedera mata
  • Luka akibat gigitan orang atau hewan
  • Luka yang ukurannya besar
  • Luka bakar parah
  • Luka yang mengandung benda asing

Beberapa luka dan cedera di atas perlu ditangani dokter atau perawat medis. Anda juga wajib ke dokter saat luka tak kunjung sembuh.

Baca Juga :  Tahan Napas 10 Detik Untuk Mengetahui Gejala Virus Corona Covid-19, Mitos Atau Fakta?

Beberapa bahan antiseptik yang sudah mendapatkan izin edar dari pemerintah umumnya aman, jika digunakan sesuai petunjuk. Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah melarang penggunaan 24 jenis bahan antiseptik yang beredar di pasaran, per Desember 2018.

Salah satu bahan yang cukup populer adalah triclosan. Bahan ini disebut belum terbukti keamanan dan efektivitasnya. Selain itu, dari uji laboratorium, triclosan juga rentan membuat bakteri resisten pada antibiotik.

Baca Juga :  3 Wilayah di Indonesia yang Telah Tetapkan KLB Virus Corona

Mungkin itu dulu penjelasan mengenai antiseptik. Mudah-mudah bermanfaat. Ingat jangan gunakan antiseptik secara berlebihan. karena apapun yang berlebihan cenderung memiliki efek yang kurang baik.

Sumber : Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *