Contoh Pola Asuh Yang Tepat dan Baik Menurut Ketua Perlindungan Anak (LPAI)

Contoh Pola Asuh Yang Tepat dan Baik Menurut Ketua Perlindungan Anak (LPAI)

Pegud – Semua orang tua di dunia menginginkan kehidupan yang layak dan baik bagi anak-anaknya. Mereka pun mengharapkan anak menjadi cerdas sehat dan mempunyai masa depan yang cerah. Untuk mewujudkan semua itu sebagai orang tua perlu memilih pola asuh anak yang benar dan tepat yang disarankan oleh ketua perlindungan anak atau LPAI .

Baca Juga :  24 Jam Pertama Bayi yang Bunda Wajib Tahu

Beberapa orang psikolog anak yang melakukan penelitian mengatakan jika pola asuh tertentu, contohnya yaitu saat adanya komunikasi aktif saat makan malam maupun membacakan cerita, bisa meningkatkan kecerdasan otak anak.

Selain itu pola asuh juga dapat menemukan bakat yang dimiliki oleh anak-anak.

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia dan beberapa psikolog ternama memberikan jenis pola asuh yang tepat dan benar. Berikut ini adalah pola asuh yang benar dan tepat untuk menjadikan anak yang cerdas dan mengenai masa depan yang cerah.

Baca Juga :  Sholat Jumat Diganti Dzuhur Akibat Pandemi Virus Corona, Seperti Apa Hukumnya?

Memberi kepercayaan

Jika orangtua mempunyai kepercayaan terhadap anaknya, maka hubungan anak itu semakin erat dengan orang tuanya.

Menurut ketua lembaga perlindungan anak atau sering kita kenal kak Seto, menyarankan pola asuh yang tepat yaitu memberikan kepercayaan anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi diri sendiri, semua itu dikarenakan demi meningkatkan kecerdasan anak

Baca Juga :  Tahukah Anda, Apa itu Antiseptik?

Kak Seto memberikan keyakinan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak pun akan mempercayai orang tuanya begitu juga sebaliknya.

Jangan berikan paksaan/tekanan

Contoh Pola Asuh Yang Tepat dan Baik Menurut Ketua Perlindungan Anak (LPAI)

Tentunya sebagai orangtua sesekali kita pernah melakukan paksaan atau tekanan terhadap anak kita tersebut contohnya ketika anak sudah mulai bersekolah kita pun pernah memaksa seperti ini “kamu harus jadi juara 1 yah nak, ataupun “nak kamu harus jadi anak baik jangan kayak anak itu nakal.”

Baca Juga :  Sejarah Indonesia Pada Masa Hindu-Budha Yang Wajib Kamu Tahu

Anda pun tidak menyadarinya bahwa ini adalah sebuah paksaan secara tidak langsung atau tekanan terhadap anak sifat ini adalah memaksa anak anda untuk menjadi apa yang anda harapkan.

Kak Seto pun menyarankan pendekatan yang baik pengarahan secara lembut tetapi selalu dimulai dengan komunikasi secara dialog. Hal ini pun mendorong orang tua untuk menjadi pendengar yang baik atau menjadi sahabat terdekat anak anda.

Baca Juga :  Normalkah Bayi Baru Lahir Begini?

Dengarkan anak Anda

Ka seto, juga mengatakan dengan menjadi pendengar yang baik untuk anak Anda kita sebagai orang tua akan mengetahui tentang cara pikir anak melalui komunikasi atau dialog misalkan saat sang anak berterus-terang tidak suka belajar matematika.

Dengan hal ini pun anda mengetahui bahwa anak tersebut tidak menyukai matematika tetapi sebagai orang tua anda tidak harus memaksanya untuk menyukai yang tidak disukainya lebih baik memberikan arahan bahwa matematika itu tidak untuk disukai tetapi matematika itu untuk dipelajari.

Baca Juga :  Cara Membuat Kelas Online Menggunakan Google Classroom 

Dengan mendengarkan keluhan anak Anda anda pun bisa memberikan solusi yang terbaik bagi anak anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *